OGAN ILIR, MRS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan bahwa keberhasilan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Sumsel menjadi organisasi BPD terbesar di Indonesia harus dibarengi dengan peningkatan kualitas kinerja, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat desa.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri kegiatan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) sekaligus Pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ABPEDNAS se-Sumatera Selatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Ogan Ilir, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Herman Deru, pengukuhan pengurus bukanlah akhir dari sebuah proses organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam mengawal pembangunan desa.
“Ini bukan puncak pencapaian. Justru ini awal dari tanggung jawab besar. Jangan hanya bangga menjadi organisasi terbesar dengan lebih dari 12 ribu anggota, tetapi tunjukkan kualitas dan kinerja nyata untuk masyarakat desa,” tegas Herman Deru.
Ia meminta seluruh jajaran ABPEDNAS menyusun program kerja yang terarah, menjaga soliditas organisasi, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar pembangunan desa semakin optimal.
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyampaikan apresiasi kepada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Prof. Dr. Reda Manthovani, yang hadir langsung di Sumatera Selatan.
Menurutnya, kehadiran Jamintel menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan tata kelola pemerintahan desa.
“Di tengah padatnya agenda nasional, beliau hadir memberikan perhatian kepada ABPEDNAS Sumsel. Bahkan membawa berbagai program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, seperti bantuan ayam petelur hingga pembangunan sumur bor,” ujarnya.
Herman Deru menilai Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki posisi strategis sebagai mitra kepala desa dalam mengawasi jalannya pemerintahan, menjaga adat istiadat, serta memastikan pembangunan desa berjalan sesuai aturan.
Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota bersama jajaran Kejaksaan meningkatkan literasi hukum bagi anggota BPD agar memahami regulasi, tata kelola pemerintahan, hingga aturan hukum terbaru.
Ia juga mengajak ABPEDNAS mempererat sinergi dengan APDESI demi mewujudkan pembangunan desa yang harmonis dan berpihak kepada masyarakat.
“Kalau ABPEDNAS dan APDESI berjalan bersama, desa akan semakin kuat. Itulah fondasi pembangunan Sumatera Selatan,” katanya.
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, mengapresiasi perkembangan ABPEDNAS Sumsel yang kini menjadi organisasi BPD terbesar di Indonesia dengan anggota lebih dari 12 ribu orang.
Menurut Reda, BPD memiliki peran penting dalam mengawasi tata kelola pemerintahan desa melalui pemanfaatan aplikasi Jaga Desa yang telah terintegrasi dengan sistem keuangan desa.
Ia berharap sistem tersebut mampu menekan potensi penyimpangan penggunaan dana desa sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran.
Selain pengawasan, Kejaksaan juga menggulirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi anggota BPD, di antaranya bantuan 1.000 ekor ayam petelur serta pengembangan budidaya ikan bioflok bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Harapannya, ABPEDNAS tidak hanya kuat dalam fungsi pengawasan, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi melalui program-program pemberdayaan masyarakat,” ujar Reda.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK), pengukuhan pengurus DPC ABPEDNAS se-Sumatera Selatan, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kejaksaan Tinggi Sumsel dengan DPD ABPEDNAS Sumsel, serta penandatanganan PKS antara Kejaksaan Negeri dan DPC ABPEDNAS di 17 kabupaten/kota.
Acara juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial, santunan kepada atlet National Paralympic Committee (NPC), peresmian instalasi sumur bor bagi masyarakat, hingga kegiatan melebung, tradisi menangkap ikan khas Ogan Ilir yang diikuti langsung oleh Gubernur Herman Deru bersama Jamintel Kejaksaan Agung RI sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan.



















