Hari Bhayangkara ke-80, Sekda Edward Candra Tegaskan Sumsel Zero Konflik Jadi Modal Besar Pembangunan Daerah

banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Semangat menjaga persatuan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Mewakili Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H. menghadiri Doa Bersama Lintas Agama yang digelar Polda Sumsel di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa (30/6/2026).

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Edward Candra menegaskan bahwa semangat “Sumsel Zero Konflik” merupakan modal penting bagi pembangunan daerah karena keamanan menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Edward, kegiatan doa bersama lintas agama bukan sekadar rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi menjadi simbol nyata kuatnya persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Sumatera Selatan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kami menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumsel atas terselenggaranya doa bersama lintas agama ini. Kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam menjaga keamanan serta keharmonisan masyarakat,” ujarnya.

Edward mengatakan, Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen bangsa dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi syarat utama bagi keberhasilan pembangunan daerah, peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi, hingga terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Sumatera Selatan merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat bersama.

“Semangat Sumsel Zero Konflik yang selama ini kita bangun harus terus dijaga. Keberagaman bukan penghalang, tetapi kekuatan terbesar kita dalam menciptakan stabilitas keamanan yang mendukung kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Melalui doa bersama lintas agama tersebut, seluruh elemen masyarakat kembali memperkuat komitmen menjaga kerukunan, menolak segala bentuk intoleransi, serta mempererat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Edward juga memberikan penghargaan kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia atas dedikasi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap di usia ke-80, Polri semakin profesional, modern, berintegritas, serta semakin dipercaya masyarakat.

“Tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu Polri harus terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, dan semakin dekat dengan masyarakat. Doa bersama ini merupakan bentuk dukungan moral agar seluruh personel Polri senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas mulianya,” ungkapnya.

Edward turut mengajak seluruh masyarakat menjadikan doa bersama tersebut sebagai ikhtiar spiritual agar Sumatera Selatan senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai konflik sosial maupun bencana yang dapat mengganggu persatuan.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin Presisi, semakin dicintai masyarakat, serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan perjalanan Polri selama delapan dekade tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi keamanan di Sumatera Selatan merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa.

“Polda Sumsel menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat. Tanpa dukungan semua pihak, kami tidak akan mampu menjalankan tugas secara maksimal,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan, doa bersama lintas agama menjadi ikhtiar batin agar setiap tugas kepolisian selalu mendapat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa sehingga Sumatera Selatan tetap aman, damai, dan kondusif.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan, kepala instansi vertikal, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pimpinan berbagai organisasi kemasyarakatan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *