PALEMBANG, MRS – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 35 Palembang tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah dan para guru. Sebanyak 264 peserta didik baru juga mendapat pembekalan khusus mengenai literasi media dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan agar mampu menjadi generasi yang cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial. Selasa, (7/7/2026)
Kegiatan literasi media tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran digital sejak dini di kalangan pelajar. Di tengah derasnya arus informasi, siswa diingatkan agar tidak mudah terpengaruh berita bohong (hoaks), mampu menyaring informasi, serta memahami etika berkomunikasi di ruang digital.
Dalam kegiatan tersebut, KPID Sumsel diwakili langsung oleh Wakil Ketua KPID Sumsel, Hasandri Agustiawan, yang hadir bersama jajaran staf serta mahasiswa magang. Kehadiran tim KPID Sumsel disambut Wakil Kepala SMP Negeri 35 Palembang Bidang Kesiswaan, Zainul Rifqi, beserta jajaran dewan guru.
Bertindak sebagai narasumber utama, Hasandri Agustiawan menyampaikan materi mengenai literasi media, etika bermedia sosial, bahaya penyebaran hoaks, hingga pentingnya menjaga jejak digital (digital footprint).
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Namun di sisi lain, media sosial juga menyimpan berbagai risiko apabila digunakan tanpa pemahaman yang baik.
“Media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar, berkarya, dan membangun prestasi, bukan menjadi sarana menyebarkan informasi yang belum tentu benar ataupun konten negatif. Apa yang kita unggah hari ini akan menjadi jejak digital yang dapat memengaruhi masa depan,” ujar Hasandri di hadapan ratusan peserta didik baru.
Ia menjelaskan, pelajar saat ini bukan hanya sebagai konsumen informasi, tetapi juga dapat menjadi produsen konten. Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Selain membahas bahaya hoaks, Hasandri juga mengingatkan para siswa mengenai ancaman cyberbullying, penyalahgunaan media sosial, hingga pentingnya menjaga privasi dan keamanan akun digital.
Menurutnya, setiap unggahan di internet memiliki konsekuensi hukum maupun sosial sehingga perlu dipikirkan secara matang sebelum dipublikasikan.
Sementara itu, Wakil Kepala SMP Negeri 35 Palembang Bidang Kesiswaan, Zainul Rifqi, menyampaikan apresiasi kepada KPID Sumsel yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan edukasi literasi media dalam rangkaian MPLS.
Ia menilai pembekalan mengenai literasi digital sangat relevan dengan kehidupan pelajar saat ini yang hampir seluruh aktivitasnya tidak lepas dari penggunaan gawai dan media sosial.
“Kami berharap materi yang disampaikan KPID Sumsel dapat menjadi bekal bagi siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media digital serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan mendukung proses belajar,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar penggunaan media sosial yang aman, cara mengenali informasi palsu, hingga etika dalam berinteraksi di dunia maya.
Melalui kegiatan ini, KPID Sumsel berharap literasi media dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Dengan bekal tersebut, para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang kritis terhadap informasi, bijak bermedia sosial, terhindar dari penyebaran hoaks maupun perundungan siber, serta mampu memanfaatkan ruang digital sebagai sarana belajar, berinovasi, dan berprestasi.


















