PALEMBANG, MRS – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, menegaskan bahwa setiap daerah di Sumatera Selatan harus memiliki produk unggulan yang menjadi identitas atau ciri khas masing-masing. Namun, menurutnya, kualitas produk saja tidak cukup apabila tidak didukung kemasan yang menarik, informatif, dan memiliki standar yang baik.

Penegasan tersebut disampaikan Feby Herman Deru saat memimpin rapat internal bersama seluruh pengurus TP PKK Sumsel yang berlangsung di Palembang, Selasa (7/7/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai forum evaluasi setelah TP PKK Sumsel menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke 10 kabupaten/kota di Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.
Dalam arahannya, Feby menyampaikan berbagai catatan, masukan, dan hasil evaluasi selama turun langsung ke daerah. Menurutnya, seluruh temuan di lapangan harus menjadi bahan pembenahan agar program-program PKK semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hasil dari kunjungan kerja ini harus kita jadikan bahan untuk pembenahan dan perbaikan program kerja PKK. Tujuannya agar program yang kita jalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah,” ujar Feby.
Salah satu fokus evaluasi adalah penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi salah satu program pemberdayaan keluarga di bawah binaan PKK.
Feby menilai setiap kabupaten dan kota di Sumatera Selatan memiliki potensi ekonomi yang berbeda sehingga produk unggulan yang dikembangkan juga tidak harus seragam.
Menurutnya, keunikan daerah justru menjadi nilai tambah yang harus dipertahankan sebagai identitas masing-masing wilayah.
“Produk unggulan suatu daerah tidak harus sama. Sesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing daerah. Yang terpenting, kemasan produknya harus kita tingkatkan agar lebih menarik dan mampu bersaing,” tegasnya.
Selain mendorong inovasi produk, Feby juga memberikan perhatian serius terhadap kualitas kemasan. Ia mengingatkan bahwa kemasan bukan hanya berfungsi mempercantik tampilan produk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
Karena itu, setiap produk UMKM binaan PKK harus dilengkapi informasi yang jelas, termasuk mencantumkan tanggal kedaluwarsa atau masa berlaku produk.
“Kemasan produk harus kita tingkatkan agar lebih menarik. Dan yang tidak kalah penting, wajib mencantumkan keterangan masa berlaku atau expired. Ini untuk menjaga kualitas, keamanan, sekaligus menumbuhkan kepercayaan konsumen,” tandasnya.
Menurut Feby, apabila kualitas produk dibarengi dengan kemasan yang modern, informatif, dan memenuhi standar, maka produk-produk UMKM Sumsel akan semakin siap bersaing, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga mampu menembus pasar nasional.
Ia berharap hasil evaluasi dari kunjungan kerja tersebut menjadi momentum bagi seluruh pengurus TP PKK Sumsel untuk terus menghadirkan inovasi serta memperkuat program pemberdayaan ekonomi keluarga.
Selain itu, rapat internal tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar pengurus dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Melalui kolaborasi yang semakin solid, TP PKK Sumsel optimistis mampu menghadirkan program yang lebih inovatif, tepat sasaran, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.

















