PALEMBANG, MRS – Tantangan pengasuhan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi menjadi perhatian serius Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia HD.

Dari Sumatera Selatan, pesan tentang pentingnya pengasuhan positif digaungkan dalam pembukaan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Nasional 2026, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman, sehat, penuh kasih sayang, sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Febrita Lustia HD menekankan bahwa pola pengasuhan anak saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi dan semakin luasnya akses terhadap dunia digital membuat orang tua dituntut tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mampu memahami lingkungan digital yang dihadapi anak-anak.
Menurutnya, orang tua harus menjadi pendamping sekaligus teladan bagi anak dalam menghadapi perkembangan teknologi. Penggunaan gawai dan media digital perlu diarahkan secara bijak agar memberikan manfaat positif bagi tumbuh kembang anak.
Pengasuhan positif, kata Febrita, bukan sekadar memberikan perhatian dan memenuhi kebutuhan anak. Lebih dari itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka, memberikan rasa aman, serta mendampingi anak agar mampu mengenali dan menghadapi berbagai tantangan yang muncul di lingkungan sosial maupun digital.
Melalui kegiatan TAMASYA Nasional 2026, ia berharap gerakan pengasuhan positif dapat semakin luas diterapkan hingga tingkat keluarga. Keluarga dinilai memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, membangun kepercayaan diri, serta menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.
Di era digital, anak-anak memiliki akses yang begitu luas terhadap informasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk memastikan anak mampu memilah informasi, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, dan terhindar dari berbagai dampak negatif dunia digital.
Karena itu, penguatan kapasitas orang tua menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang tangguh. Orang tua diharapkan tidak hanya mengawasi aktivitas anak, tetapi juga membangun kedekatan emosional sehingga anak memiliki ruang yang aman untuk bercerita dan berdiskusi.
TAMASYA Nasional 2026 juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengasuhan anak. Sinergi antara keluarga, pemerintah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak dapat berjalan secara berkelanjutan.
Febrita menilai, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari kualitas pengasuhan di dalam keluarga. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, mendapatkan pendampingan yang tepat, dan memiliki akses terhadap pendidikan yang baik akan memiliki fondasi lebih kuat untuk menghadapi masa depan.
Dari Sumatera Selatan, semangat pengasuhan positif diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama. Bukan hanya untuk menciptakan keluarga yang harmonis, tetapi juga untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
















