Heboh! Remaja Serba Hitam Diduga Menyusup di Demo DPRD Sumsel, Bawa Sajam dan Nyaris Jadi Provokator

Kriminal, News, Sumsel680 Dilihat
banner 468x60

Palembang, MRS— Suasana aksi damai mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumatera Selatan, Senin (1/9/2025), mendadak tegang. Ribuan mahasiswa yang sejak siang berorasi dengan tertib, tiba-tiba dihebohkan oleh penangkapan seorang remaja misterius berpakaian serba hitam.

Pemuda itu bukan mahasiswa. Ia tidak mengenakan almamater, wajahnya asing di antara massa, dan gerak-geriknya mencurigakan. Saat digeledah aparat, yang mengejutkan, sebilah pisau tajam ditemukan tersembunyi di balik jaketnya.

banner 336x280

“Benar, ada dua remaja yang kami amankan. Satu di antaranya kedapatan membawa sajam. Keduanya bukan mahasiswa. Saat ini masih dalam pemeriksaan,” tegas Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono.

Nyaris Memicu Kericuhan

Penemuan remaja bersenjata tajam itu membuat publik bertanya-tanya: apa sebenarnya tujuan mereka? Polisi menduga, penyusup ini sengaja ingin memancing keributan di tengah aksi damai. Bayangkan, seandainya pisau itu tiba-tiba digunakan di tengah lautan massa, bukan tidak mungkin suasana berubah kacau, bentrokan bisa pecah, dan tuntutan mahasiswa tenggelam oleh kerusuhan.

Tak heran, mahasiswa yang berorasi sempat memperingatkan sesamanya dengan teriakan lantang, “Hati-hati provokasi!” — tanda kewaspadaan bahwa ada pihak yang ingin menodai perjuangan mereka.

Mahasiswa Tegaskan Aksi Damai

Koordinator lapangan mahasiswa memastikan bahwa massa mereka bersih dari senjata tajam. Semua peserta diwajibkan mengenakan almamater kampus agar tidak ada penyusup yang bisa berbaur.
“Kami datang untuk menyuarakan aspirasi, bukan buat rusuh. Kalau ada yang coba-coba bikin kacau, jelas itu bukan bagian dari kami,” tegas salah satu orator.

Pertanyaan Besar: Siapa di Balik Penyusup?

Kini, teka-teki besar pun muncul. Siapa sebenarnya dua remaja itu? Dari mana asal mereka? Apakah sekadar nekat, atau ada yang sengaja menyuruh mereka masuk ke barisan mahasiswa?

Polisi masih mendalami kasus ini. Namun yang jelas, publik semakin curiga bahwa ada “tangan gelap” yang tidak rela melihat aksi mahasiswa berjalan damai.

Yang pasti, berkat ketegasan aparat dan kewaspadaan massa, potensi kerusuhan berhasil dicegah. Aksi mahasiswa tetap berlangsung tertib hingga sore hari, sementara dua remaja misterius itu harus berurusan dengan penyidik di Polrestabes Palembang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *