BKKBN Sumsel Dorong Aplikasi “Sicantik Keting Musi” Jadi Role Model Nasional Penanganan Stunting

Daerah, News, Sumsel950 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan menyatakan ketertarikannya untuk mengadopsi dan mengembangkan aplikasi “Sicantik Keting Musi” milik Pemerintah Kota Palembang sebagai model nasional percepatan penurunan stunting.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, dr. Arios Saplis, saat melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim, Kamis (20/11). Audiensi ini juga dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Palembang, Zanariah, serta Kepala Dinas Kesehatan Palembang, dr. Hj. Fenty Aprina.

banner 336x280

Menurut Arios, aplikasi Sicantik Keting Musi—yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Cegah Stunting secara Terintegrasi dan Kolaborasi Kendalikan Stunting—menjadi salah satu inovasi paling progresif yang telah berjalan efektif di daerah.

“Aplikasi Sicantik ini sangat menarik dan bisa menjadi contoh. Jika memungkinkan, model seperti ini dapat diterapkan di kabupaten/kota lain, bahkan dikembangkan sebagai program skala nasional,” ujar dr. Arios.

Arios menilai keberhasilan Palembang menekan prevalensi stunting hingga 10,6 persen, terendah di Sumsel, menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dan dukungan teknologi informasi dapat menghasilkan kinerja signifikan.

Ia meminta agar Pemkot Palembang menyiapkan dokumen lengkap terkait mekanisme hingga output aplikasi tersebut sehingga dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lainnya.

Sementara itu, Sekda Palembang Aprizal Hasyim menyambut positif rencana tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat kerja sama bersama BKKBN.

“Pemkot Palembang siap mendukung penuh program BKKBN Sumsel. Inovasi seperti Sicantik Keting Musi ini sejalan dengan visi pemerintah kota dalam percepatan penurunan stunting,” kata Aprizal.

Aplikasi Sicantik Keting Musi saat ini digunakan sebagai pusat data terintegrasi yang memudahkan pemantauan, intervensi, dan evaluasi kasus stunting secara realtime oleh kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah.

Dengan ketertarikan BKKBN Sumsel serta rencana replikasi ke daerah lain, aplikasi ini diharapkan menjadi pionir inovasi digital dalam pengendalian stunting di tingkat nasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *