“Rejung Pesirah Gaungkan Syiar Budaya Basemah Lewat Tadut di Panggung Ngaji Budaya Palembang

Daerah, News, Sumsel706 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG — Kelompok musik etnik Rejung Pesirah tampil memukau pada acara Ngaji Budaya dan Tradisi Islam di Nusantara yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Jumat (28/11/2025), di auditorium MAN 3 Palembang. Tema perhelatan ini, “Merawat Keberagaman Tradisi dan Budaya di Bumi Sriwijaya”, menjadi momentum penting bagi pelestarian warisan budaya lokal.

Dengan dipimpin seniman dan budayawan Vebri Al Lintani, Rejung Pesirah menampilkan musik tradisional khas Sumatera Selatan yang dikombinasikan dengan sentuhan alat modern. Formasi grup mencakup Imansyah, Ali Goik, Randi Putra Ramadhan, M. Syawal, Zayat, Ali Bass, Genta, serta vokal syair oleh Isnayanti Safrida.

banner 336x280

Puncak dari penampilan mereka adalah pengenalan dan praktik langsung tradisi lisan Tadut — sebuah syair religi khas masyarakat Basemah (Pagaralam, Semende, dan suku Basemah lainnya) yang sarat dengan ajaran moral dan nilai Islam. Vebri menjelaskan bahwa Tadut bukan sekadar seni, tetapi medium dakwah yang lembut dan mudah dicerna masyarakat pedesaan.

Acara tersebut dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, majelis taklim, guru madrasah, dan masyarakat umum dari Sumsel. Antusiasme mereka nampak kala diajak berpartisipasi langsung dalam sesi Tadut.

Dalam sambutannya, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menekankan bahwa tradisi dan budaya bukan lawan agama, melainkan bagian dari kekayaan bangsa yang harus dijaga sebagai jembatan keberagaman. Sementara itu, Kepala Kanwil Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Selatan, Syafitri Irwan meminta agar kegiatan seperti Ngaji Budaya terus dihadirkan — bahkan dipertimbangkan untuk masuk dalam kurikulum sekolah dan madrasah.

Penampilan Rejung Pesirah di Palembang bukan sekadar hiburan — melainkan sebuah upaya nyata dalam merawat akar budaya, memperkenalkan kekayaan tradisi kepada generasi muda, serta menegaskan bahwa identitas lokal dan nilai keislaman bisa berjalan beriringan dalam harmoni.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *