Krisis Solar Melanda Sumsel: Ratusan Sopir Geruduk Kantor Gubernur, Antrean Panjang & Kehidupan Terganggu

Daerah, News, Sosial, Sumsel805 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Kelangkaan solar subsidi di Sumatera Selatan kembali memuncak. Ratusan sopir, sebagian besar pengemudi truk, menggelar aksi di depan kantor Pemerintah Provinsi Sumsel, menuntut kepastian pasokan dan distribusi bahan bakar.

Aksi damai tersebut berlangsung di tengah antrean panjang yang membentang di sejumlah SPBU di Palembang dan daerah sekitarnya. Sopir mengeluhkan waktu antre yang bisa mencapai lebih dari lima jam, jadwal distribusi yang terbatas, serta transaksi non-tunai yang sering gagal.

banner 336x280

Salah satu koordinator aksi dari Forum Komunikasi Pengemudi Sumsel Bersatu (FKPSSB) menyatakan:

“Kami tidak bisa tidur karena harus mengantre sampai malam hari. Kenapa kebijakan ini diambil tanpa melibatkan kami para sopir.”

Seorang sopir truk bernama Togar (40) menambahkan:

“Belum jam 10 malam, antreannya sudah kayak ular. Begitu dibuka, langsung berebut. Kalau posisi saya sudah di belakang, bisa-bisa nggak kebagian sama sekali. Proses pembayaran non-tunai lewat aplikasi sering gagal. Capek sekali, harus ngulang dari awal.”

Seorang pengemudi lain mengungkapkan dampak nyata dari krisis ini:

“Saya sudah tiga hari begadang di sini. Kalau tidak dapat solar, bagaimana saya mau narik?”

Data lapangan menunjukkan bahwa antrean panjang dan keterbatasan solar tidak hanya menyulitkan sopir, tetapi juga mengganggu arus logistik, mobilitas warga, dan kegiatan usaha lokal. Menurut laporan, kebijakan pembatasan solar dapat berpotensi merugikan dunia usaha hingga Rp 60 miliar.

Menanggapi aksi sopir, pihak Pemprov Sumsel menyatakan akan mengkaji masalah ini bersama distributor dan pengelola SPBU. Pemerintah berjanji mencari solusi dalam dua pekan ke depan untuk memastikan distribusi solar berjalan adil dan efisien.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa krisis solar bukan sekadar persoalan logistik, tetapi berdampak luas pada kehidupan masyarakat, perekonomian, dan kelangsungan usaha di Sumsel. Sopir, pengusaha, dan warga berharap agar pemerintah segera menemukan solusi agar antrean panjang, kelangkaan, dan keresahan publik bisa diatasi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *