Ratu Dewa Resmikan Festival Generasi Islam Kreatif 2026, Dorong Santri Melek Digital & Berkarakter

Daerah, News, Pendidikan, Sumsel1683 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG, MRS — Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si., secara resmi membuka Festival Generasi Islam Kreatif (FGIK) 2026 yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Terpadu Nurul Qomar, Senin (26/1/2026). Festival ini menjadi momentum penting dalam membentuk generasi muda Islam yang berakhlak mulia, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman digital.

Dalam sambutannya, Ratu Dewa menekankan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang mampu menjaga nilai moral di tengah derasnya arus informasi dan budaya digital. Lebih dari sekadar hafalan, santri dan peserta didik harus memiliki etika sosial, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang kuat.

banner 336x280

Lebih lanjut, wali kota juga menyatakan pentingnya kesiapan generasi Islam dalam menghadapi era transformasi digital. Ia mendorong pesantren dan lembaga pendidikan Islam untuk memperkenalkan wawasan teknologi, termasuk pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan (AI) dan pemanfaatan media sosial secara positif dan produktif. “Santri harus paham digitalisasi — bukan hanya belajar teknologi, tetapi menjadi pencipta konten yang membawa pesan kebaikan di ruang digital,” tegas Ratu Dewa.

Selain membuka festival, Ratu Dewa juga meresmikan gedung Taman Kanak-kanak (TK) di lingkungan Ponpes Nurul Qomar sebagai bentuk komitmen meningkatkan layanan pendidikan sejak usia dini. Peresmian fasilitas ini disebut sebagai wujud nyata penguatan pendidikan karakter sejak awal.

Festival Generasi Islam Kreatif 2026 diisi dengan berbagai kegiatan lomba dan pertunjukan seni yang menampilkan potensi santri dalam bidang seni, dakwah, literasi, serta kreativitas digital. Acara ini diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus pembinaan mental kompetitif yang sehat bagi para santri dan generasi muda Islam di Palembang.

Dalam kesempatan yang sama, Ratu Dewa mengajak seluruh elemen masyarakat — termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh agama — untuk bersinergi dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an agar generasi muda tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat dalam nilai keislaman.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *