PALEMBANG, MRS – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang secara resmi membuka Jambore Daerah (Jamda) IX Gerakan Pramuka Sumsel Tahun 2026 yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumsel di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Gandus, Palembang, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang diikuti 1.248 Pramuka Penggalang terbaik dari seluruh Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sumatera Selatan tersebut menjadi ajang pembinaan karakter, pengembangan keterampilan, serta penguatan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Dalam sambutannya, Cik Ujang menegaskan bahwa Jambore Daerah merupakan sarana strategis untuk membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, tangguh, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai luhur kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menilai tema yang diangkat pada Jamda IX tahun ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Mengusung tema GEMAR (Gembira, Mandiri, Berkarakter) serta semangat Pramuka Mandiri Pangan, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan dan mampu memanfaatkan potensi daerah secara produktif.
“Pramuka harus menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan, pertanian sederhana, hingga inovasi pangan berbasis potensi daerah,” tegas Cik Ujang.
Selain membangun kemandirian pangan, Wagub juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi di era digital. Menurutnya, anggota Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan teknologi secara bijak.
“Pramuka masa kini tidak hanya terampil di alam terbuka, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi digital, kecakapan literasi informasi, serta kemampuan berpikir kritis harus menjadi bagian dari kompetensi setiap anggota Pramuka,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum jambore sebagai wadah belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi diri sehingga mampu menjadi generasi yang kreatif, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Pramuka adalah pelopor. Pramuka adalah agen perubahan. Dari sinilah akan lahir calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel H. Riza Pahlevi mengajak seluruh peserta memanfaatkan jambore sebagai sarana memperluas persahabatan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Ia juga mengungkapkan bahwa Gerakan Pramuka Sumsel berhasil mempertahankan predikat sebagai salah satu Pramuka Tergiat tingkat nasional selama dua tahun berturut-turut.
Ketua Pelaksana Jamda IX yang juga Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel, H. M. Giri Ramanda N. Kiemas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memfasilitasi pertemuan seluruh Pramuka Penggalang se-Sumsel guna mempererat persatuan, meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, serta menyiapkan calon pemimpin masa depan.
Berbagai kegiatan digelar selama jambore berlangsung, mulai dari wisata rotasi, edukasi pendidikan, pentas seni budaya, hingga festival kuliner yang melibatkan sedikitnya 20 pelaku UMKM lokal. Kehadiran UMKM tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan perkemahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.













