Palembang, MRS – Fakta mengejutkan terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) dilakukan di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palembang. Kondisi dapur yang seharusnya menjadi tempat pengolahan makanan bagi penerima manfaat program pemerintah itu justru ditemukan dalam keadaan kotor dengan limbah makanan berserakan.
Sidak dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, pada Sabtu malam (8/3/2026) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Jambe 1, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Kedatangan tim dilakukan sekitar pukul 21.28 WIB untuk melihat langsung aktivitas operasional dapur yang menyiapkan makanan program MBG. Saat tiba di lokasi, pintu depan dapur terlihat tertutup dengan tulisan “tutup”. Namun setelah tim mencoba masuk, ternyata aktivitas pengolahan makanan masih berlangsung di bagian dalam.
Saat melakukan pemeriksaan di area belakang dapur, tim menemukan limbah makanan program MBG berserakan dan menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian dari tim sidak karena dinilai jauh dari standar sanitasi pengolahan makanan.
Tidak hanya itu, temuan lain yang cukup mengejutkan adalah lokasi dapur yang berada dalam satu area dengan tempat pencucian mobil. Kondisi ini dinilai tidak layak untuk fasilitas pengolahan makanan yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat program pemerintah.
Selain masalah kebersihan, sidak juga menemukan sejumlah persoalan lain terkait tata kelola dapur, mulai dari sistem penyimpanan bahan makanan hingga pengelolaan limbah yang tidak tertata dengan baik.
Dapur SPPG Talang Jambe 1 diketahui dikelola oleh sebuah yayasan dan telah beroperasi sejak Februari 2025 sebagai bagian dari pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.
Menanggapi temuan tersebut, pihak Badan Gizi Nasional memberikan ultimatum kepada pengelola dapur untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dapur, termasuk standar kebersihan, pengolahan makanan, serta fasilitas pendukung.
Pengelola diberikan waktu maksimal satu bulan untuk melakukan pembenahan. Jika dalam batas waktu tersebut tidak ada perubahan signifikan, operasional dapur program MBG tersebut berpotensi dihentikan.
Temuan sidak ini menjadi peringatan keras bahwa pengelolaan dapur dalam program pemenuhan gizi masyarakat harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat, mengingat makanan tersebut akan dikonsumsi oleh banyak penerima manfaat, termasuk anak-anak sekolah.

















