BATURAJA, MRS — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumatera Selatan bersama DWP Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar seminar kesehatan mental remaja yang melibatkan ratusan peserta dari kalangan pelajar, guru, dan anggota Dharma Wanita di Aula SMK Negeri 3 OKU, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja dan Cara Menghadapinya” tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus kampanye kepedulian terhadap kondisi psikologis generasi muda di tengah tantangan era digital dan tekanan sosial yang semakin kompleks.
Ketua DWP Sumsel, Desy Kasnayati Edward, mengatakan remaja saat ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga tekanan emosional akibat pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, hingga ekspektasi akademik.
“Remaja hari ini menghadapi tekanan yang kompleks, mulai dari media sosial hingga tuntutan akademik. Karena itu mereka perlu dibekali kemampuan mengenali emosi, mengelola stres, dan berani mencari bantuan ketika mengalami masalah,” ujarnya.
Menurutnya, kesehatan mental remaja harus menjadi perhatian bersama karena berpengaruh besar terhadap proses belajar, perkembangan karakter, hingga masa depan generasi muda.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda gangguan psikologis, hingga cara menghadapi tekanan emosional secara sehat.
Narasumber juga memberikan edukasi terkait gejala yang perlu diwaspadai, seperti kecemasan berlebih, perubahan perilaku, gangguan tidur, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga penurunan semangat belajar.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai metode sederhana untuk mengelola stres, di antaranya teknik pernapasan, journaling, membangun komunikasi positif, serta membatasi penggunaan media sosial secara bijak.
Para siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya mencari bantuan kepada pihak yang tepat, seperti guru Bimbingan Konseling (BK), tenaga kesehatan, keluarga, maupun layanan konseling apabila mengalami tekanan mental.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias para peserta. Banyak pelajar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung terkait persoalan yang sering dialami remaja.
Di akhir kegiatan, peserta bersama-sama menyuarakan komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif, nyaman, dan peduli terhadap kesehatan mental.
Selain seminar, kegiatan juga diramaikan dengan bazar dan stan makanan hasil kreasi siswa dari sejumlah SMA Negeri di Kabupaten OKU yang menambah semarak acara.
DWP Sumsel berharap seminar ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama bahwa kesehatan mental remaja sama pentingnya dengan kesehatan fisik, sehingga generasi muda Sumsel dapat tumbuh lebih tangguh, sehat, dan percaya diri menghadapi masa depan. (Hr)


















