BATURAJA, MRS – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada tahun 2026, sebanyak 200 unit rumah warga akan direnovasi melalui bantuan pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya menghadirkan hunian yang layak, aman, dan sehat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Wakil Bupati OKU Marjito Bachri mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
“Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditempati bersama keluarga,” ujar Marjito.
Menurutnya, renovasi tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan tempat tinggal yang lebih nyaman dan memenuhi standar kesehatan.
Perbaikan rumah meliputi berbagai komponen utama, seperti atap, dinding, hingga lantai, sehingga rumah yang sebelumnya tidak layak huni dapat berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi penghuninya.
Untuk memperluas jangkauan program, Pemerintah Kabupaten OKU juga menggandeng berbagai BUMN dan BUMD yang beroperasi di wilayah OKU agar ikut berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat program bedah rumah tersebut.
Marjito mengungkapkan rasa syukur atas dukungan pemerintah pusat yang kembali memberikan bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat OKU.
“Alhamdulillah, tahun ini OKU mendapatkan bantuan 200 rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum. Insyaallah tahun depan kembali mendapatkan 200 rumah lagi. Kita sangat bersyukur karena pemerintah pusat sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran pemerintah pusat,” katanya.
Ia berharap keberlanjutan program tersebut mampu mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten OKU sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah yang selama ini belum memiliki hunian yang layak.
Selain fokus pada program RTLH, Marjito juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten OKU dalam merealisasikan Program Sekolah Rakyat, yang menempatkan OKU pada peringkat kedua di Sumatera Selatan dan peringkat ke-45 secara nasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan sekaligus kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.














