OGAN ILIR, MRS – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menilai Rumah Pewarna Alami yang berada di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir, memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata edukasi berbasis konservasi flora khas Sumatera Selatan.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat meninjau langsung kesiapan fasilitas Rumah Pewarna Alami di Kebun Raya Sriwijaya, Kamis (9/7/2026).
Dalam kunjungannya, Herman Deru melihat berbagai produk kerajinan ecoprint yang dibuat menggunakan pewarna alami dari kekayaan flora lahan basah Sumatera Selatan.
Beragam tanaman lokal dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, di antaranya seduduk, begonia, ketapang, meranti tembaga, gelam, campuran mahoni, gambo, hingga indigo, yang menghasilkan motif dan warna alami bernilai seni tinggi.
Selain meninjau ruang produksi ecoprint, Herman Deru juga mengunjungi ruang herbarium, tempat konservasi dan pendataan berbagai spesies tanaman koleksi Kebun Raya Sriwijaya yang menjadi salah satu pusat pelestarian keanekaragaman hayati di Sumatera Selatan.
Minta Promosi Lebih Masif
Menurut Herman Deru, potensi besar yang dimiliki Rumah Pewarna Alami harus diperkenalkan lebih luas agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.
“Rumah Pewarna Alami ini harus lebih giat lagi dipromosikan. Saya juga mengajak perusahaan-perusahaan di Sumsel untuk mendukung melalui program CSR. Kita harus bersama-sama memajukan Kebun Raya Sriwijaya,” ujar Herman Deru.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting agar keberadaan Kebun Raya Sriwijaya tidak hanya menjadi pusat konservasi, tetapi juga mampu berkembang menjadi pusat edukasi, riset, dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
CSR Didorong Ikut Bangun Kebun Raya
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sumatera Selatan untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung pengembangan fasilitas Kebun Raya Sriwijaya.
Menurutnya, dukungan dunia usaha akan mempercepat pengembangan kawasan tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.
Warisan Hayati untuk Generasi Mendatang
Lebih jauh, Herman Deru menegaskan bahwa fungsi utama Kebun Raya Sriwijaya adalah menjaga kelestarian berbagai spesies tanaman khas Sumatera Selatan yang menjadi kekayaan hayati daerah.
Ia mengingatkan bahwa upaya konservasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.
“Konservasi ini bukan hanya tugas pemerintah. Ini untuk anak cucu kita. Kebun Raya Sriwijaya harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keanekaragaman flora Sumsel,” tegasnya.
Dengan promosi yang lebih luas, dukungan CSR, serta penguatan fungsi konservasi dan ekonomi kreatif, Rumah Pewarna Alami Kebun Raya Sriwijaya diharapkan mampu menjadi ikon baru Sumatera Selatan yang menggabungkan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.












