PALEMBANG, MRS – Penantian panjang masyarakat Sumatera Selatan terhadap hadirnya pelabuhan bertaraf internasional mulai menemukan titik terang. Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan pelabuhan yang selama ini dikenal sebagai Palembang New Port dan kini resmi berganti nama menjadi PT Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat.

Keputusan tersebut disepakati dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Sumsel dengan konsorsium pengembang yang terdiri dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Samudera Pasai Indonesia (SPI), dan PT Sumsel Energi Gemilang (SEG) di Griya Agung, Jumat (10/7/2026).
Menurut Herman Deru, perubahan nama bukan sekadar pergantian identitas, tetapi menjadi simbol dimulainya babak baru pembangunan pelabuhan internasional yang telah lama dinantikan.
“Nama ini kita pilih sesuai kesepakatan konsorsium. Ini bukan sekadar nama, tetapi simbol kebangkitan. Selama ini kita dibelenggu trauma masa lalu dengan pertanyaan siapa yang akan memulai duluan. Dengan nama baru ini, kita mulai akselerasi,” tegas Herman Deru.
Groundbreaking Ditargetkan September 2026
Herman Deru mengungkapkan, setelah penetapan nama, fokus berikutnya adalah mempercepat seluruh tahapan administrasi, termasuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
Ia optimistis pembangunan fisik pelabuhan dapat dimulai pada September 2026 melalui agenda groundbreaking yang kini tengah dipersiapkan.
“Kita tinggal merencanakan langkah berikutnya. Yang terpenting sekarang pembangunan harus berjalan. Jangan lagi terjebak pada hal-hal yang justru memperlambat proses,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, proyek ini menjadi salah satu prioritas strategis karena akan membuka akses logistik internasional bagi Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya.
Pelindo Siap Percepat Pembangunan
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menyatakan Pelindo siap mendukung percepatan pembangunan pelabuhan tersebut.
Ia menilai keberadaan akses pendukung seperti jalan tol dan jalur kereta api akan menjadi faktor penting dalam mendukung operasional pelabuhan di masa depan.
“Dengan terbentuknya konsorsium ini, mudah-mudahan pembangunan pelabuhan bisa dipercepat. Mari kita turunkan sedikit ego masing-masing demi kepentingan yang lebih besar,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Chairman PT Samudera Pasai Indonesia (SPI), Alvin Reynaldi Setiawan, yang mendukung percepatan pembentukan Badan Usaha Pelabuhan sebagai langkah strategis menuju pembangunan fisik.
Lahan dan Infrastruktur Mulai Disiapkan
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sumsel, Basyaruddin Akhmad, menjelaskan sejumlah tahapan persiapan telah berjalan.
Saat ini sertifikasi lahan seluas 59,9 hektare telah selesai, sementara lahan tambahan seluas 81,88 hektare masih dalam proses pengukuran ulang oleh ATR/BPN.
Selain itu, pemerintah juga mempercepat penyelesaian administrasi lahan bersama Kementerian Keuangan serta menyiapkan dukungan infrastruktur pendukung.
Untuk memperkuat konektivitas kawasan pelabuhan, pemerintah berencana mengaktifkan kembali proyek strategis nasional pembangunan jalan tol menuju kawasan Tanjung Carat.
PT Hutama Karya juga akan mendapat penugasan untuk membangun akses jalan tol menuju pelabuhan.
Jadi Gerbang Ekonomi Baru Sumsel
Berdasarkan Head of Agreement (HoA), komposisi saham konsorsium terdiri dari:
- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) : 51 persen
- PT Samudera Pasai Indonesia (SPI) : 30 persen
- PT Sumsel Energi Gemilang (SEG) : 19 persen
Dengan dukungan konsorsium tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat akan menjadi pusat logistik modern yang mampu meningkatkan daya saing daerah.
Keberadaan pelabuhan ini juga diharapkan menjadi pintu gerbang ekspor-impor baru yang mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, memperkuat sektor industri, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.
“Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat harus menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru dan mengakhiri penantian panjang masyarakat Sumsel terhadap hadirnya pelabuhan internasional,” pungkas Herman Deru.












