BPBD Sumsel Ajak Masyarakat Perkuat Peran Cegah Karhutla, Edukasi Relawan Jadi Garda Terdepan

banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan relawan. Salah satunya diwujudkan dengan menjadi narasumber pada kegiatan Skill Share Tim Cegah Api (TCA) 2026 yang digelar di Kampung Gelam, Kota Palembang, Rabu (15/7/2026).

banner 336x280

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Iqbal Alisyahbana, S.STP., M.M., yang diwakili Kepala Bidang Penanganan Darurat, Sudirman, S.KM., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Rawang, Greenpeace Indonesia, dan Forum SAR Pecinta Alam Sumatera Selatan (FSPASS) tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

Dalam pemaparannya, Sudirman menyampaikan materi mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, penguatan kesiapsiagaan, serta kolaborasi multipihak dalam menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, relawan dan masyarakat merupakan garda terdepan yang memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini, melakukan langkah pencegahan, hingga memberikan respons cepat apabila terjadi kebakaran.

“Penguatan kapasitas relawan dan masyarakat menjadi investasi penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh. Pencegahan karhutla akan lebih efektif jika seluruh elemen bergerak bersama,” ujarnya.

BPBD Sumsel juga menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana melalui edukasi yang berkelanjutan, sehingga masyarakat memiliki kemampuan mengenali potensi risiko sekaligus memahami langkah-langkah mitigasi yang tepat.

Melalui kegiatan Skill Share Tim Cegah Api 2026, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga saling berbagi praktik terbaik dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan berdasarkan pengalaman di lapangan.

Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, komunitas lingkungan, dan relawan diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan karhutla yang lebih efektif, khususnya menjelang musim kemarau.

BPBD Provinsi Sumatera Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, menghindari pembakaran lahan, serta aktif berpartisipasi dalam upaya pencegahan karhutla demi mewujudkan Sumatera Selatan yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *