Hari Kebaya Nasional 2026: Sumsel Pecahkan Rekor MURI, Ribuan Perempuan Berkebaya dan Bersongket Padati Jembatan Ampera

banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026, Sumsel berhasil memecahkan Rekor MURI melalui kegiatan Parade Perempuan Berbusana Songket Terbanyak di Car Free Day, yang dipusatkan di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) hingga Jembatan Ampera, Palembang, Minggu (19/7/2026).

banner 336x280

Ribuan perempuan dari berbagai organisasi perempuan, komunitas, instansi pemerintah, hingga kalangan profesi tampil anggun mengenakan kebaya dan balutan songket khas Sumatera Selatan. Momen ini menjadi simbol kuat pelestarian budaya sekaligus kecintaan masyarakat terhadap wastra nusantara.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Herman Deru, hadir langsung memberikan dukungan bersama Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel, Lidyawati Cik Ujang.

Puncak kemeriahan terjadi saat ribuan peserta melakukan parade di atas Jembatan Ampera, ikon kebanggaan Sumatera Selatan yang menjadi latar spektakuler pemecahan rekor tersebut.

“Kegiatan ini luar biasa. Ini bukan hanya sekadar parade, tetapi bukti nyata kecintaan kita terhadap budaya dan wastra Sumatera Selatan. Dengan mengenakan songket secara bersama-sama, kita menjaga kelestariannya agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Feby Herman Deru.

Parade yang digagas DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sumatera Selatan tersebut bertujuan memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong semakin luasnya penggunaan kain songket dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi para perajin songket di Sumatera Selatan melalui meningkatnya minat masyarakat terhadap produk wastra lokal.

Ketua panitia menilai pemecahan Rekor MURI ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan songket Sumatera Selatan kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia sebagai salah satu warisan budaya bernilai tinggi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setda Provinsi Sumatera Selatan Apriadi, Ketua Kowani Nanik Hadi Tjahjanto, Ketua DPP Perempuan Indonesia Maju Lana T. Kuncoro, Ketua Perempuan Indonesia Maju Helen Ganefo, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Sumsel Desy Edward.

Melalui peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama organisasi perempuan berharap semangat melestarikan kebaya dan songket tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam menjaga identitas budaya bangsa.

Keberhasilan memecahkan Rekor MURI tersebut sekaligus menegaskan posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah yang konsisten menjaga kelestarian budaya, khususnya wastra tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat.

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *