PAGARALAM, MRS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar mampu beradaptasi menghadapi transformasi digital dan perubahan sistem pengelolaan keuangan yang terus berkembang seiring kebijakan pemerintah pusat.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Pagaralam yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Pagaralam, Selasa (23/6/2026).
Menurut Herman Deru, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola kehidupan masyarakat sekaligus tata kelola pemerintahan. Karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih cepat beradaptasi agar pelayanan publik tetap berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Sekarang semua serba terbuka dan digital. Pemerintah daerah harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ini agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan responsif,” ujar Herman Deru.
Ia menegaskan bahwa tantangan pemerintah daerah saat ini tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi, tetapi juga perubahan dalam sistem pengelolaan keuangan daerah. Berbagai regulasi baru dari pemerintah pusat menuntut daerah lebih kreatif, efisien, dan inovatif dalam menjalankan pembangunan.
Menurut Herman Deru, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan. Daerah harus mampu mencari terobosan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat.
“Jangan hanya mengandalkan APBD. Pembangunan harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen sehingga program pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Herman Deru memastikan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) tetap menjadi perhatian pemerintah. Hak-hak pegawai seperti gaji dan tunjangan harus tetap dipenuhi sesuai aturan yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga mengajak seluruh kepala daerah memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar berbagai program strategis nasional dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pembangunan di daerah.
Momentum HUT ke-25 Kota Pagaralam, lanjutnya, harus menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong, kolaborasi, dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Perubahan adalah keniscayaan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu beradaptasi dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk kemajuan daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah mengatakan usia 25 tahun menjadi momentum penting bagi Kota Pagaralam untuk terus meningkatkan daya saing dan memperkuat pembangunan di berbagai sektor.
Menurutnya, Pagaralam memiliki potensi besar di bidang pertanian, pariwisata, dan pelayanan publik yang harus terus dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami optimistis dengan dukungan pemerintah provinsi dan seluruh elemen masyarakat, Kota Pagaralam akan semakin maju dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-25 Kota Pagaralam tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru, Ketua DPRD Kota Pagaralam Hj. Jenny Shandiyah, para bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.



















